Tuesday, June 17, 2014

Khutbah Oplosan



Khutbah OPLOSAN
Oleh Fauzil Mubarraq

Khutbah jum’at merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan sebelum shalat jum’at. Banyak khatib menguraikan tentang ketakwaan, keteladanan, masalah iman, masalah problema masyarakat dan lain sebagainya.

Fenomena khatib tidak teliti sudah menjadi tradisi para khatib dalam memaparkan isi khutbahnya. Ini merupakan sebuah kekeliruan yang dilakukan oleh khatib tanpa re-cek ke-absahan  dan kesahihan hadits itu sendiri, bahkan ada khatib yang memasukkan kata mutiara dan mengatakan bahwa itu adalah hadits. 

Menjadikan hadits maudhu’ dan dhaif sebagai dalil yang membenarkan apa yang kita bicarakan merupakan sebuah kekeliruan.
Sangat disayangkan sikap tidak hati – hati para khatib dalam menjalankan kewajibannya. Ini mungkin dikarenakan beberapa factor: 1. Kurangnya pengetahuan khatib terhadap hadits sahih dan dhaif. 2. Kurangnya perhatian pihak terkait dalam menindaklanjuti para khatib seperti pihak panitian masjid, pihak MPU dan pemerintah dalam menangani dan membimbing khatib dan calon khatib. Dengan begitu pentingnya sertifikasi khatib oleh pihak yang berwenang dalam masalah ini.
Ada juga khatib setelah mendapatkan hadits dalam sebuah buku atau kitab tanpa mengetahui apakah hadits itu dhaif atau kuat, akan tetapi lansung saja menjadikan hadits itu dalil dikhutbahnya dan tidak mengutarakan siapa perawi dan kesahihan hadits tersebut.
Ibnu Hajar alHaitamy dalam kitab Fatawa Haditsiyah mengatakan ketika ditanyai tentang masalah khatib yang tidak menyebutkan perawinya”  khatib tersebut harus ditindak tegas karena kekeliruannya, bahkan boleh bagi pemerintah untuk menurnkan khatib tersebut dari jabatannya”
فعلى هذا الخطيب أن يبين مستنده في روايته فإن كان مستنداً صحيحاً فلا اعتراض عليه وإلا ساغ الاعتراض عليه بل وجاز لوليّ الأمر أن يعزله من وظيفة الخطابة زجراً له عن أن يتجرأ على هذه المرتبة السنية بغير حق(الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي:1\88)

Maka sebagai khatib harus hati – hati dalam menjalankan tugasnya, jangan sampai masyarakat keliru dalam mengamalkan agama hanif ini. Dan ini merupakan PR kita semua. Allahu A’lam.

No comments: